Apa itu CCS?

Apa itu Carbon Capture and Storage (CCS)?

Sebagai bagian dari strategi iklim yang menyeluruh, Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan teknologi untuk menangkap emisi karbon langsung dari sumbernya dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Proses ini meliputi penangkapan karbon dioksida (CO₂) dari sumber utama seperti pembangkit listrik, fasilitas industri, maupun dari udara secara langsung, kemudian menyimpannya secara aman di formasi geologi jauh di bawah permukaan tanah agar tidak kembali ke atmosfer.

Di tengah tantangan global akibat tingginya emisi CO₂ sebagai penyebab utama pemanasan global, CCS menjadi salah satu elemen penting dalam upaya mencapai emisi nol bersih (net-zero emissions). Bagi Indonesia, CCS berperan sebagai solusi strategis untuk mendukung target dekarbonisasi nasional. Menurut International Energy Agency (IEA), CCS berpotensi berkontribusi hingga 14% dari total pengurangan emisi kumulatif global yang dibutuhkan hingga tahun 2050 dalam skenario Sustainable Development.

Lp ccs

Penangkapan Karbon (Carbon Capture)

Penangkapan karbon adalah proses pemisahan CO₂ dari emisi industri atau pembangkit listrik sebelum gas tersebut dilepaskan ke atmosfer. Proses ini dapat dilakukan melalui berbagai teknologi, seperti post-combustion, pre-combustion, atau oxy-fuel combustion, yang berfungsi memisahkan CO₂ dari gas lainnya.

Menangkap CO₂ langsung di sumber emisi merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Transportasi Karbon (Carbon Transport)

Setelah ditangkap, CO₂ harus diangkut secara aman menuju lokasi penyimpanan. Umumnya, CO₂ dikompresi hingga berbentuk fluida padat (supercritical) agar lebih efisien untuk dipindahkan.

Pipa (pipeline) menjadi metode yang paling umum digunakan untuk transportasi jarak jauh, sementara kapal dimanfaatkan untuk pengiriman antar pulau maupun lintas negara. Sistem transportasi yang andal memastikan keterhubungan yang aman dan berkelanjutan antara lokasi penangkapan dan penyimpanan CO₂.

Penyimpanan Karbon (Carbon Storage)

CO₂ yang telah ditangkap kemudian disimpan secara aman di dalam formasi geologi bawah tanah, seperti reservoir minyak dan gas yang telah habis atau akuifer salin dalam. Lokasi penyimpanan ini dipilih secara cermat berdasarkan kemampuannya untuk menahan CO₂ dalam jangka panjang.

Melalui sistem pemantauan dan pengelolaan yang ketat, CO₂ dapat disimpan dengan aman sehingga tidak kembali ke atmosfer dan tidak berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Mengapa Indonesia Membutuhkan CCS?

Dengan meningkatnya kebutuhan energi dan ketergantungan saat ini pada pembangkit berbasis bahan bakar fosil, emisi CO₂ per kapita Indonesia terus naik dan menempatkan negara ini di peringkat atas dunia. Tingginya tingkat emisi membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rentan terhadap risiko iklim, termasuk banjir dan suhu ekstrem.Seiring meningkatnya kebutuhan energi dan masih tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil, emisi CO₂ per kapita Indonesia terus meningkat dan menempatkan Indonesia di antara negara dengan tingkat emisi yang signifikan. Kondisi ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap risiko iklim, termasuk banjir, kenaikan permukaan laut, dan suhu ekstrem.

IPCC menetapkan batas 1,5°C sebagai ambang kritis untuk mencegah dampak iklim yang lebih parah serta melindungi masyarakat dan ekosistem. Sejalan dengan upaya global tersebut, Indonesia berkomitmen mencapai Net Zero Emissions pada 2060, yang menuntun pergeseran bertahap menuju energi dan industri yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi salah satu solusi kunci untuk membantu Indonesia mengurangi emisi dari sektor-sektor yang sulit dideskarbonisasi, sambil tetap menjaga keamanan energi. Dengan potensi penyimpanan CO₂ yang besar, diperkirakan mencapai 572 gigaton di akuifer salin dan 4,85 gigaton di depleted oil reservoir, Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengintegrasikan CCS sebagai pilar jangka panjang dalam jalur pencapaian net zero.

Pelajari Lebih Lanjut tentang CCS

Iccs

Carbon Capture and Storage for Indonesia: A Campus Event ICCSC x PIS at Universitas Indonesia

Iccs

The 18th ISO/TC 265 Plenary Session

Iccs

Professional Course on CCS Policy and Transboundary Transport Technology

Back to top